Miguel Almirón: Playmaker Cepat Tanpa Drama yang Naik Kelas dari MLS ke Premier League

ak banyak pemain yang bisa bilang, “Gue bintang di MLS, terus pindah ke Premier League, dan tetap ngegas.”
Tapi Miguel Almirón bisa banget.

Dari awal, dia bukan pemain yang banyak gaya. Gak suka selebrasi lebay. Gak aktif bikin kontroversi. Tapi soal kerja keras, sprint, pressing, dan mental? Dia top tier.
Dia bukan showman, tapi produk jadi dari perjuangan panjang.

Dan saat banyak yang ngeremehin dia sebagai “produk MLS,” Almirón ngebuktiin bahwa kualitas sejati bakal naik ke permukaan — pelan tapi pasti.


Awal Karier: Dari Jalanan Paraguay ke Klub Besar Argentina

Miguel lahir tahun 1994 di Asunción, Paraguay. Keluarganya sederhana banget, dan kayak kebanyakan bocah Latin, hidupnya dekat banget sama bola.

Dia gabung Cerro Porteño — salah satu klub besar Paraguay — dan debut profesional saat masih remaja. Gaya mainnya dari awal udah beda:

  • Super cepat
  • Visioner
  • Bisa lari 40 meter sambil kontrol bola rapih
  • Gak rakus

Permainannya menarik perhatian Lanús, klub Argentina. Di sanalah dia dapet exposure yang lebih besar dan… trofi.

Bareng Lanús, dia juara liga Argentina (2016) dan makin matang secara taktik.
Dia bukan cuma anak cepat, tapi juga punya visi main yang cocok buat sepak bola modern.


Pindah ke MLS: Atlanta Dapat Harta Karun

Tahun 2016, Atlanta United lagi nyusun tim buat debut di MLS. Mereka gak mau beli pensiunan Eropa. Mereka mau main atraktif.
Pelatihnya? Gerardo “Tata” Martino, eks pelatih Barcelona dan timnas Argentina.

Target utamanya? Miguel Almirón.

Atlanta beli dia dari Lanús dengan harga sekitar $8 juta — dan itu rekor waktu itu untuk pemain masuk MLS.
Dan itu keputusan yang brilian.


Atlanta United: Playmaker Gesit yang Bikin MLS Kaget

Musim debut 2017? Langsung ngebut.
Tapi musim 2018 jadi panggung utama Almirón:

  • 12 gol
  • 14 assist
  • Bantu Atlanta juara MLS Cup 2018
  • Duet maut bareng Josef Martínez

Permainannya khas banget:

  • Start dari tengah
  • Bawa bola dengan kepala tegak
  • Sprint sambil baca ruang
  • Umpan terobosan presisi tinggi
  • Bantu press tinggi dan transisi cepat

Dia kayak jantung tak terlihat. Gak selalu jadi highlight, tapi tanpa dia, Atlanta gak jalan.

Almirón juga sempat masuk MLS Best XI dua tahun beruntun.
Fans MLS langsung anggap dia sebagai pemain “terbaik yang pernah main di liga ini.”


Pindah ke Newcastle: Ragu-Ragu Awal, Tapi Meledak di Waktu yang Tepat

Tahun 2019, Almirón pindah ke Newcastle United seharga £21 juta, jadi pemain termahal klub saat itu.

Tapi awal kariernya di Premier League agak sulit:

  • Adaptasi cuaca & tempo EPL
  • Ditaruh terlalu wide
  • Stuck di sistem yang defensif
  • Sering dibilang “lincah tapi gak efisien”

Media Inggris banyak nyinyir.
Ada yang bilang dia gak punya finishing.
Gak kuat duel.
Gak cocok buat Premier League.

Tapi Almirón gak banyak ngomong. Dia kerja.


Era Eddie Howe: Level Up Total

Saat Eddie Howe masuk ke Newcastle, sistem berubah. Gak cuma main bertahan. Lebih progresif, lebih agresif.
Dan Almirón langsung nyetel.

Dia sering dipasang sebagai:

  • Winger kanan inverted
  • Pressing trigger
  • Pemain yang ngacir saat transisi

Musim 2022/23 jadi momen breakout.

  • Cetak 11 gol di Premier League
  • Gol-gol cantik, termasuk melengkung ke tiang jauh
  • Dapet POTM (Player of the Month)
  • Bantu Newcastle lolos ke Liga Champions

Bahkan legenda Newcastle kayak Alan Shearer dan Warren Barton muji dia habis-habisan.
Fans mulai nyanyi:

“Miggy Almirón, running down the wing…”

Dia bukan cuma survive di EPL. Dia jadi pembeda.


Gaya Main: Energi Gila + Visi Jernih

Miguel Almirón itu bukan playmaker klasik. Tapi dia juga bukan winger murni.

Dia adalah:

  • Kombinasi dari speed + timing
  • Punya work rate luar biasa tinggi
  • Selalu lari balik bantu bertahan
  • Gak egois, selalu liat opsi passing
  • Bisa ambil keputusan cepat dalam tempo tinggi

Kelebihan utama:

  1. Dribel full speed tapi kontrol rapi
  2. Sadar ruang — selalu ada di posisi berbahaya
  3. Gak takut duel, walau kurus
  4. Pressing nonstop — cocok di sistem modern

Kekurangan:

  • Finishing masih streaky
  • Kadang gak cukup klinis di kotak penalti
  • Kalau sistem tim lelet, dia jadi “ngambang”

Tapi secara umum, dia adalah gelandang serang modern yang bisa survive di mana pun.


Timnas Paraguay: Pahlawan Sunyi

Di timnas Paraguay, Almirón adalah bintang utama. Tapi masalahnya:
timnas Paraguay gak pernah sekuat klubnya.

Dia sering harus:

  • Main lebih dalam
  • Ambil bola dari belakang
  • Ngatur tempo sendirian

Walau gitu, dia tetap:

  • Pemain kunci
  • Jadi kapten di beberapa laga
  • Sumber kreativitas utama

Fans Paraguay punya respek besar karena mereka tahu:

“Tanpa Almirón, kita kehilangan motor utama.”


Kenapa Dia Underrated Banget?

  1. Mainnya gak flamboyan
    – Gak banyak skill show, semua simple
  2. Pindah dari MLS
    – Masih banyak yang anggap MLS = inferior
  3. Kalem di luar lapangan
    – Gak suka drama, jarang masuk berita
  4. Butuh waktu adaptasi
    – Orang maunya instan. Almirón pelan tapi pasti

Tapi sekarang? Lo tanya fans Newcastle siapa pemain paling loyal & konsisten, pasti nama dia keluar.


Legacy: Dari Liga Tengah ke Liga Tertinggi, Tanpa Potong Kompas

Miguel Almirón buktiin bahwa:

  • Lo gak harus viral buat sukses
  • Lo gak perlu start dari akademi Eropa
  • Lo bisa jadi bintang asal lo konsisten, rendah hati, dan siap belajar

Dia adalah wajah dari generasi pemain yang gak cuma main bagus, tapi juga bikin timnya main lebih bagus.

Dan buat fans Atlanta, Newcastle, maupun Paraguay, Almirón bukan cuma pemain bola.
Dia simbol kerja keras dan kesetiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *